MENUJU PENDIDIKAN YANG BERWAWASAN MASYARAKAT MADANI

  • Munawir - Yusuf USN

Abstract

Kritik keras tentang praktik pendidikan yang dianggap mengarah kepada ‘dehumanisasi’ manusia, sebagaimana dilontarkan oleh Freire, Paulo; Illich, Ivan; dan Fromm, Erich (1997), perlu direspon secara kritis. Menurut mereka praktik pendidikan yang ada cenderung mengatur kehidupan orang, terjadi penindasan antara guru (sebagai penguasa) dan peserta didik (sebagai yang dikuasai), terjadi penjinakan (dalam bahasa Freire), dan karenanya arah dan praktik pendidikan harus diubah. Respon Mezirow (dalam Azra, 2002), terhadap kritik pendidikan tersebut adalah perlunya mengubah paradigma pendidikan menuju humanisasi pendidikan. Dalam teorinya tentang Transformation of Pedagogy, menghendaki agar ada cara kritis untuk menghadapi kendala reformasi pendidikan menuju
‘humanisasi’ pendidikan, ialah dengan melakukan perubahan. Ia percaya transformasi pendidikan akan terjadi jika mereka meyakini bahwa ‘perubahan’ adalah kata kunci untuk mencari cara baru dalam mengatasi persoalan pendidikan. Dengan melihat karakteristik masyarakat madani, yaitu (1) kesukarelaan, (2) keswasembadaan, (3) kemandirian tinggi terhadap Negara, dan (4) kepatuhan terhadap nilai-nilai hukum yang dipatuhi bersama, mungkin akan mampu mendorong arah perubahan pendidikan menuju Indonesia yang lebih baik.

Published
2017-08-15
How to Cite
YUSUF, Munawir -. MENUJU PENDIDIKAN YANG BERWAWASAN MASYARAKAT MADANI. Jurnal Ilmiah Pesantren, [S.l.], v. 1, n. 1 Januari, aug. 2017. ISSN 2407-7771. Available at: <http://jurnal.assalaam.or.id/index.php/dfg/article/view/24>. Date accessed: 18 nov. 2017.