PESANTREN DAN STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM DERADIKALISASI DI KABUPATEN SUKOHARJO

  • arkanuddin Budiyanto

Abstract

Penyebaran radikalisme agama di Indonesia telah merasuki semua lapisan masyarakat tanpa dapat dipilah secara kaku. Merespon situasi tersebut, pemerintah telah melakukan langkah konkrit melalui program deradikalisasi. Di antara program deradikalisasi adalah program anti radikalisasi bagi masyarakat umum. Pesantren menjadi salah satu sasaran pelaksanaan program tersebut, karena disadari bahwa pesantren menjadi salah satu target upaya penyebaran paham radikal.(BNPT, 2013) Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi komunikasi yang dilakukan pemerintah di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah dalam upaya deradikalisasi agama pada tahun 2018. Penelitian dilakukan di 3 (tiga) Pesantren di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah dengan jumlah sampel sebanyak 367. Hasil penelitian menunjukan bahwa model perencanaan komunikasi deradikalisasi merupakan model perencanaan yang tahapan-tahapan kegiatannya tidak begitu berbeda dengan tahapan-tahapan model perencanaan komunikasi pada kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pemerintah. Strategi komunikasi yang dilakukan dalam program deradikalisasi agama sudah tepat dan mampu menyampaikan pesan-pesan deradikalisasi dan mengubah persepsi masyarakat terhadap deradikalisasi khususnya pada aspek komunikator, pesan dan media.

Published
2019-09-16
How to Cite
BUDIYANTO, arkanuddin. PESANTREN DAN STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM DERADIKALISASI DI KABUPATEN SUKOHARJO. Jurnal Ilmiah Pesantren, [S.l.], v. 5, n. 2, p. -, sep. 2019. ISSN 2621-6396. Available at: <http://jurnal.assalaam.or.id/index.php/dfg/article/view/56>. Date accessed: 15 dec. 2019.