PENGUATAN PENDIDIKAN BERBASIS ENTREPRENEUR MENUJU MADRASAH YANG BERKUALITAS

Studi Kasus Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Surakarta

  • Elly Damaiwati

Abstract

Indonesia berdasarkan statistik jumlah masyarakat yang miskin pada tahun 2016 sebesar 7 juta. Sementara jumlah pengangguran sebesar 944.666 orang. Pengangguran dianggap sebagai masalah besar di negeri ini.  Tingginya kemiskinan dan pengangguran ini dipecahkan salah satunya dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan atau entrepreneur di kalangan masyarakat. Belajar dari negara maju, ternyata indeks atau tingkat kewirausahaan di Indonesia masih dianggap rendah bila dibandingkan dengan negara- negara di kawasan Asia Pasifik. Di  Indonesia 1: 80, Filipina 1:66, Jepang 1:25 bahkan di Korea kurang dari 20 berdasarkan rasio secara International. Rasio unit usaha Ideal adalah 1:20. Bahkan di Amerika Serikat 1 dari 12 orang terlibat langsung dalam kegiatan kewirausahaan. Jalur kewirausahaan perlu dimulai dari jalur pendidikan. Madrasah-madrasah harus mampu meluluskan santrinya berjiwa entrepreneur. Belajar dari Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Surakarta, yang sudah berhasil menjadi pondok yang maju entrepreneurnya, adalah dengan cara memasukan kurikulum entrepreneur ke mata pelajaran, kegiatan ekstra para santri, yang selalu bernuansa entrepreneur karena pondok ini mempunyai banyak unit usaha yang telah sukses.  Adanya entrepreneur di madrasah akan menjadikan pondok lebih mandiri secara finansial yang berakibat majunya proses pembelajaran di pondok di samping bertambah sejahtera pegawai yang ada di pondok ini. 

Published
2021-02-15
How to Cite
DAMAIWATI, Elly. PENGUATAN PENDIDIKAN BERBASIS ENTREPRENEUR MENUJU MADRASAH YANG BERKUALITAS. Jurnal Ilmiah Pesantren, [S.l.], v. 6, n. 2, feb. 2021. ISSN 2621-6396. Available at: <http://jurnal.assalaam.or.id/index.php/dfg/article/view/80>. Date accessed: 19 sep. 2021.